Antara Batam dan Bandar Lampung

Setelah hampir dua minggu di Batam akhirnya tiba waktunya pulang. Tentu saja tidak banyak waktu, namun banyak pelajaran yang dapat diambil. Begitulah setiap perjalanan seharusnya, dapat diambil dan dipetik hikmahnya. Perjalanan sekali ini aku anggap sebagai awal petualangan kami pada masa berikutnya, aku berjanji akan menuliskannya di "diary" online atau personal blog seperti ini.
Menunggu keberangkatan pulang ke Bandar Lampung
Menunggu keberangkatan pulang ke Bandar Lampung.
Tidak berpanjang lebar kami akan pulang ke Bandar lampung yang jaraknya hanya kurang lebih satu jam perjalanan pesawat terbang. Setiap kunjungan, dan setiap perjalanan akan meninggalkan jejak yang positif, aku lebih suka menyampaikan sisi positifnya saja:
  • Pengalaman baru
  • Pelajaran baru
  • Wawasan baru dan
  • Kesempatan baru
Pengalaman baru
Bagaimana tidak setelah sekian tahun, walaupun kami di besarkan di Batam, namun jarang sekali memiliki kesempatan mengunjunginya. Dan ternyata Batam berubah sangat banyak. Memang benar setiap kota akan berubah mengikuti dinamika perkembangan dan kebutuhan, namun tidak dapat di pungkiri beberapa kota pasti akan berubah lebih cepat daripada yang lain termasuk Batam. 

Betapa tidak, jalan jalan semakin lebar, gedung gedung dan bangunan bertambah banyak, lalulintas juga semakin padat dan terkesan mulai macet. Dan yang paling seru ketemu teman teman semasa TK dan SD, jadinya kita jadi mengerti betapa waktu telah berlalu: Mereka semua sudah tumbuh jadi remaja seperti aku dan adikku.

video: kembali ke Bandar Lampung
Pelajaran baru
Yang ini agak sulit aku jabarkan, akan tetapi ketika hal itu terkait dengan hubungan emosional dengan keluarga, ada satu hal yang harus kami terima: Bahwa hidup adalah kenyataan, dan kami akhirnya menerima semua kenyataan yang dulu tidak kami mengerti sebagai fakta yang terkadang tidak bisa terhindarkan dalam hidup kita. Misalnya mengapa kita harus bertemu dan mengapa kita harus berpisah?.

BACA JUGA: 

Batam my hometown

Toh pada akhirnya kita semua harus berjalan pada kehidupan kita masing masing, dan menentukan pilihan hidup kita sendiri. Kami masih sangat muda - masih usia belasan tahun, dan masih panjang jalan yang harus kami lalui dan masih banyak peristiwa dan tantangan yang harus kami hadapi. 

Wawasan baru
Mengapa Batam terdengar begitu istemewa di mataku? Tidak lain adalah karena ia kota dimana aku dan adikku telah dibesarkan. Terlalu banyak kenangan tertinggal di sini. Masa sekolah TK  dan SD semasa keluarga masih lengkap berkumpul. Sifat nakal, kadang cengeng dan badung seolah telah kepak ke dalam kardus di masa lalu.

Kini saatnya merenungkan ulang: Masa lalu itu seperti feedback dan masa kini adalah persiapan menuju ke masa depan, kami akan mencari arti kehidupan dan belajar dari pengalaman sebanyak banyaknya untuk bekal hari tua kelak dan termasuk proses menghilangkan traumatik sakit adikku perlahan lahan. 

Kesempatan baru
Aku juga melihat Batam sebagai kesempatan baru untuk melanjutkan pendidikanku dan juga pendidikan adikku yang sempat terputus karena dia sakit sakitan. Adikku untuk beberapa waktu mungkin harus melewati "home education" sedangkan aku sedang mempertimbangkan untuk kuliah di politeknik jurusan IT, karena aku berminat belajar hal hal terkait teknologi. Biarpun cewek itu bukan masalah bukan?

Di Batam juga mungkin aku akan mendalami coding secara otodidak dan belajar langsung melalui kursus yang ku lihat banyak terdapat disana. Lihat ke depan sajalah nanti.

Yang jelas dalam hidup kita semua akan menemukan titik titik pijak yang akan kita jadikan acuan untuk meraih impian kita di masa depan...

Doakan ya teman teman...

SHARE YA...

Comments

  1. kuliah di politeknik jurusan IT menurut saya bukan monopoli anak cowok kok. Semoga sukses ya mbak dan adiknya diberi kesehatan olehNya, sehingga sekolahnya pun tak terganggu

    ReplyDelete
  2. selamat berjaya.

    p/s bagaimana keadaan di Batam? teruk ke jerebunya?

    ReplyDelete
  3. semuanya menarik untuk dikunjungi , so tinggal nyiapin waktu aja

    ReplyDelete
  4. iya Batam berubah ya... jalan-jalan semakin lebar sekarang, tambah lagi gedung-gedung baru, kendaraan semakin banyak... bejubel ya sekarang, berasa..
    kalau saya dan suami masih di jalan sekitar jam 10 atau 11 malam selalu komentar, dulu kita jam 9 aja sudah sepi ya jalanan, sekarang jam segini kok ya masih ramai sekali, seperti jam 7 saja..
    ya begitulah..

    semangat ya Annisa... semoga ada jalannya ya.. semoga sukses buat Annisa dan adik tersayang..

    ReplyDelete
  5. Aku pengen banget liburan ke Batam, katanya disana apa2 murah ya, mudah2an kpn2 kesampean kesana

    ReplyDelete
  6. Semakin kita sering jalan-jalan atau berpetualang, akan semakin mengerti akan makna dari kehidupan ini. Berpisah dan berkenalan/berjumpa menjadi hal yang biasa.

    ReplyDelete
  7. Duh kalo bahas2 kampung halaman jadi ikut pedih. lebih separoh usia saya muter2 di kampung orang hehehe

    ReplyDelete
  8. zamannya teknologi seperti sekarang wanita lebih update tentang semua lini. heheh. teknologi membuat kita dekat dengan kampung halaman

    ReplyDelete

Post a Comment