Ilustrasi: Pexel
Orang tua terutama ibu adalah wanita yang paling penting dalam hidup manusia, seorang ibu terikat oleh naluri cinta kasih yang membuatnya tidak berdaya selain berkorban demi anak anaknya. Bukan hanya manusia, semua makhluk hidup terutama apabila dia adalah seorang wanita suatu waktu kelak akan terikat oleh perasaan yang tidak bisa dilawan ini: Naluri menjadi seorang ibu.

Kita perhatikan induk ayam yang sibuk membuka sayapnya lebar lebar di tengah hujan deras demi melindungi anak anaknya. Kedua sayap yang di lebar kan menjadi payung sementara kepalanya sendiri tidak ter-lindung oleh terpaan hujan yang dingin.

Jadi sangat tidak pantas bahkan sangat besar dosanya bagi seseorang yang melawan seorang ibu yang telah melahirkan kita dari rahimnya, apalagi sampai menyakiti hatinya.

DENGARKAN, KURANGI MENJAWAB: TIDAK, BANYAKIN MENJAWAB: YA

Apapun alasannya, jauh di lubuk hati seorang ibu menginginkan anak anaknya menjadi orang berguna dan mampu menghadapi pahit getirnya kehidupan kelak apabila anak anak telah tumbuh dewasa dan harus hidup seorang diri. Apa yang paling mereka kuatir-kan adalah bahwa anak anak tidak memiliki masa depan.
Ilustrasi: Google
Dan perhatikan disekeliling kita betapa masih banyak keluarga susah dan kurang mampu yang mana ibu mereka rela bekerja, berjualan, menadi babu demi menghidupi anak anaknya, bukan hanya itu mereka juga berjalan tegar setiap hari demi memastikan anak anaknya dapat berangkat ke sekolah setiap hari, semua kegundahan, kepahitan hidup tidak mereka perdulikan. Jadi jika mereka terkadang marah kepada kita hal itu sangat wajar. Pikirkan, kita sekarang sudah besar seharusnya kita mulai membalas jasa mereka.

Kita bilang kita curhat, mereka tidak curhat tapi terus saja membanting tulang demi menyelamatkan hidup kita, jadi hal yang paling baik jika menghadapi ibu yang sedang marah adalah:

  • Dengarkanlah, mereka sedang memberikan wejangan, marah mereka bukan berlandaskan kebencian
  • Jangan membandingkan ibu kita dengan ibu orang lain, kita tidak pernah tahu betapa kelebihan ibu kita sendiri yang selama ini telah merawat kita. Ibu orang lain tidak pernah menyentuh kita, membesarkan dan melindungi kita.
  • Hanya menjawab jika benar benar diperlukan.
Berat? Tapi itu butuh latihan dan latihan ini kelak akan membuat kita menjadi pemimpin yang berkualitas jika kita telah lulus sekolah dan terjun ke tengah masyarakat.

Dan ingat ibu kita bukan hanya semata semata seorang ibu, dia juga adalah seorang isteri bagi ayah kita dimana dalam budaya budaya tertentu di dunia ini, dia jug harus berbakti kepada suami, melayani kebutuhan hidup keluarga setiap hari.

Suatu hari pada 5 ribu tahun yang lalu, Socrates terlambat datang mengajar. Murid muridnya bertanya mengapa dia selalu datang terlambat. Socrates menjawab dia harus mendengarkan isterinya mengomelinya terlebih dahulu. Isteri Socrates adalah wanita gemuk dan pemarah. Banyak orang menyarankan agar dia meninggalkannya alias menceraikannya saja. 

Akan tetapi Socrates yang tersohor dan sangat di hormati pada zaman itu di Yunani, menjawab: "Saya memang harus mendengarkannya, karena dari omelan omelan itu saya mendapatkan hikmah ilmu pengatahuan yang sangat berharga"
Ilustrasi: Google
Begitulah caranya seorang besar menyikapi hidup dengan bijak, namun sebaliknya kita selalu bersikap kontra-produktif pada saat di kritik apalagi di marahi orang lain, kita balik menyerang dan marah, tanpa kita sadari bahwa itu adalah salah satu cara alam untuk memperbaiki kesalahan kita.

Apalagi seorang ibu tidak mungkin mau mencelakakan anak anaknya, mereka menjadi cerewet dan pemarah karena berlandaskan cinta dan rasa kuatir anaknya tidak memiliki masa depan. Jadi menurut saya jika menghadapi ibu yang marah dengarkanlah, jika tidak bisa diam berusahalah membuatnya tenang. Mudah mengatakannya, memang sulit mempraktikannya, tetapi percayalah dengan melatih menguasai diri kita akan melatih diri kita menuju seorang insan yang besar dan kuat...