×
Skip to main content

SACRIFICE

Dulu dipenghujung kisah perang, dikala pertempuran masih berkecamuk  di Eropa ada sebuah cerita yang terlupakan, kisah yang terlalu kecil untuk dilihat oleh dunia namun begitu mengharukan. Seorang prajurit berpangkat kopral satu bernama Pierre bersama seorang komandannya berada dalam sebuah bangunan berlantai lima dengan moncong meriam siap ditembakan ke sebuah gedung lain di sebuah kota kecil perancis yang sedang di kuasai oleh sisa pasukan Jerman.
Pierre adalah seorang prajurit dengan keahlian menembak meriam dan sangat jitu. Hari itu mereka sedang melakukan pengintaian terhadap sebuah kegiatan yang sedang dilakukan oleh tentara musuh berdasarkan laporan intelijen negara.

Dari jendela diruangan gelap itu mereka berdua melihat keluar memperhatikan dengan seksama setiap gerakan di gedung seberang, sesekali mereka melihat kelangit dimana pesawat tempur melintas dengan garang diantara kepulan asap asap puncak puncak gedung.

"Pierre, ambil teropong dan perhatikan dengan seksama, kita hanya punya waktu 15 menit lagi sebelum mereka benar benar berkumpul didalam gedung itu" perintah komandan. Pierre mengambil teropong yang diserahkan oleh komandannya.

Dia mengarahkan teropongnya tepat ke jendela kaca gedung diseberang. Gedung itu digunakan oleh sekelompok tentara musuh, menurut dinas intelijen Perancis mereka sedang merencanakan sebuah jebakan di kota yang mungkin bisa membuat negara negara sekutu kehilangan kesempatan memenangkan perang, dan musuh bisa saja membuat kerusakan yang sangat parah diambang kekalahan mereka.

"Anda perhatikan, jika mereka sudah berkumpul dalam hitungan, segera eksekusi!" kata komandan dengan tegas. Pierre mengangguk namun tenggorokannya terasa kering, jantungnya berdegup kencang pada saat dia memperhatikan orang orang didalam gedung di seberang sana.

Dan waktu berjalan dengan cepat, namun matanya tidak bisa lepas dari teropong hingga terdengar suara sang komandan memecah keheningan.

"Sekarang saatnya, tembak!" perintah sang komandan dengan tegas.
Pierre sempat terpana namun dengan cepat dia memgang handle meriam dan dengan sigap mengisi peluru bola menekan dan memastikannya lalu bergerak ke posisi siap menembak. Pelan dan pasti dia mengarahkan meriam dan memuntahkan pelurunya tepat menghunjam kejendela, hanya seketika ledakan dan asap beserta suara ledakan keras terjadi, gedung itu hancur luluh seketika.

Pierre seperti terpana melihat hasil tembakannya yang jitu sementara dia merasakan pundaknya ditepuk tepuk dari belakang oleh sang komandan yang merasa puas dengan kehebatan anak buahnya.

"Bagus pierre!" kata komandannya dengan keras. Namun segera dia menyadari ada yang aneh pada Pierre yang tidak mau menoleh dari menatap gedung yang telah runtuh dan mulai dilalap oleh api itu.

Dan ketika prajurit muda itu menoleh sang komandan menjadi semakin kebingungan karena melihat mata pemuda trampil menembak itu sedang berkaca kaca.

"Ada apa Pierre???" tanya komandan. Dia terkejut melihat prajurit itu terduduk dengan kedua lututnya sementara kepalanya ditundukan dan kedua tangannya menutup wajahnya. Pierre menangis! Tapi apa yang dia sedihkan??? Bukankah mereka telah sukses mengemban tugas negara?

Dengan suara sesunggukan Pierre berkata:

"Didalam gedung ada tunanganku, dan kedua orang tua yang sangat kucintai, mereka ditahan bersama dan aku telah membunuh mereka semua...."

Mendengar itu sang komandan tidak bisa berkata apa apa. Pierre bukan hanya telah mengalahkan musuh dengan keahliannya, dia juga telah berkorban sangat berat, tidak terbayangkan beratnya dia mengambil keputusan itu tadi. Dan tidak juga dapat dibayangkan betapa hancurnya perasaan prajurit muda itu sekarang.

Pierre kemudian dikenal sebagai pahlawan dan perwira gagah berani pada saat perang dunia ke 1 berkecamuk dan mendapatkan berbagai medali penghargaaan dari negara karena keberanian dan kesetiaannya.....

Related Posts

Comments

  1. selamat dan hebat untuk Pak Pierre ya

    ReplyDelete
  2. pierre tendean bukan sist? eeh tulisannya kok di bold semua ya..? maaf jd sedikit berad di mata kalau baca

    ReplyDelete
  3. Sangat besar jasa mr. Pierre ikut memerdekakan bangsanya.
    Eh" mister atau mas sebutannya untuk Pierre ya 🤔 ?.

    Namanya mengingatkan salah satu temanku dari Ambon.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Minggu ini:

OPPO find X Harga dan spesifikasi

Tahun 2018 ditandai dengan persaingan sengit produsen ponsel. Jika selama ini ponsel high end itu identik dengan produkanya Apple dan Samsung maka kali ini, produsen dan manufaktur Cina mulai bermain di level high-end dan terlihat dengan tampilnya OPPO memamerkan produk flagship mereka di ajang pameran bulan lalu di Paris. Sambutan orang orang Eropa tidak buruk. Find X nampaknya sukses mendapatkan perhatian.

Jika dilihat dari harga yang di patok untuk Eropa yang di patok 999 euro atau setara dengan 16.2 Juta rupiah pada waktu itu (Untuk global lebih murah yakni pada kisaran harga 770 Euro atau setara dengan 12.907.702,5,-) , menandakan produsen dan manufaktur Cina yang satu ini telah keluar dari tradisi membuat dan menjual ponsel kelas menengah kebawah dengan harga murah, yang menjadi pertanyaan apakah Xiomi, Huawei, dan produsen negera tirai bambu terkemuka lainnya akan berlomba lomba membuat dan menjual ponsel high end? Kita tunggu.

Yang unik pada Oppo find X adalah fitur mekanis ka…

PARADOX, PELAJARAN BERHARGA DALAM HIDUP

Setiap kali kami datang ke tempat itu untuk makan, aku melihat prempuan tua itu mengemis dan pasti akan mendatangi meja makan kami, papaku sering berkata: "Penyakit sosial" tapi benarkah selalu begitu? Bagaimana jikalau mereka benar benar membutuhkan pertolongan setiap hari?
Dan hari ini seorang lelaki tua, pasti jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya karena di poles oleh penampilan profesinya sebagai pengemis datang menghampiri meja makan kami, tangannya kurus, bajunya kucel dan jauh dari penampakan sejahtera. Wajahnya memelas seolah mengumpulkan seluruh penderitaan sepanjang hidup yang dia lalui, aku menggamit lengan papaku ketika lelaki tua dan nampak renta itu mengucapkan salam dengan suara lirih:

"Assalamualaikum, nak" Katanya mendatangi papaku dari samping, telapak tangannya menghadap rendah kearah kami.

Papa menoleh kepadaku sambil sedikit mencibir tapi dia mengeluarkan dompetnya juga dan mengambil uang dua ribuan, semuanya kuperhatikan: Dari cara papa me…

CARA MENGHADAPI IBU YANG MARAH

Orang tua terutama ibu adalah wanita yang paling penting dalam hidup manusia, seorang ibu terikat oleh naluri cinta kasih yang membuatnya tidak berdaya selain berkorban demi anak anaknya. Bukan hanya manusia, semua makhluk hidup terutama apabila dia adalah seorang wanita suatu waktu kelak akan terikat oleh perasaan yang tidak bisa dilawan ini: Naluri menjadi seorang ibu.

Kita perhatikan induk ayam yang sibuk membuka sayapnya lebar lebar di tengah hujan deras demi melindungi anak anaknya. Kedua sayap yang di lebar kan menjadi payung sementara kepalanya sendiri tidak ter-lindung oleh terpaan hujan yang dingin.

Jadi sangat tidak pantas bahkan sangat besar dosanya bagi seseorang yang melawan seorang ibu yang telah melahirkan kita dari rahimnya, apalagi sampai menyakiti hatinya.

DENGARKAN, KURANGI MENJAWAB: TIDAK, BANYAKIN MENJAWAB: YA

Apapun alasannya, jauh di lubuk hati seorang ibu menginginkan anak anaknya menjadi orang berguna dan mampu menghadapi pahit getirnya kehidupan kelak apabila…