×
Skip to main content

BINTANG YANG HILANG

Adik prempuanku,

kamu hancurkan hati abang hingga hari berganti hari, abang tidak lupa tapi kamu mungkin telah lupa ketika dua orang bocah kecil ditinggalkan dalam ketakutan dijalanan yang menderu dan penuh kotoran debu. Tapi engkau mungkin masih ingat betapa bingungnya abang yang masih kecil meredam tangis dan kepanikanmu. Abang hanya bisa memelukmu dalam ketidak mengertian hidup yang masih butuh banyak belajar.

Kita akhirnya berjalan tanpa tujuan dari taman ke taman kota dan mulai merasa lapar. Banyak mereka yang tidak perduli kepada sepasang bocah kecil dekil yang melihat betapa nikmatnya orang makan, melihat anjing dan kucing makan. Akhirnya kita melihat bocah bocah seperti kita meminta minta, atau memungut makanan dijalan, hanya itu bisa kita lakukan adikku sayang. Dan kitapun mulai seperti mereka walau kadang harus lari untuk menghindari usiran dan pukulan tetapi mulai saat itulah abang mulai belajar melindungimu.

Dan dunia terasa semakin kejam ketika matahari meninggi, ketika lalat lalat beterbangan ketika engkau tertidur di emper-emper toko milik orang,  abang mencoba mencari sisa makanan. Abangmu ini merasa sangat kehausan, abang pikir kamu juga pasti ingin minum setelah terbangun nanti.

Abang pergi dengan harapan ketika abang kembali engkau belum terbangun, namun ketika abang kembali engkau telah tiada. Abang bingung, air minum sisa yang abang pungut masih ditangan abang, abang mulai berteriak memanggil manggil namamu tapi engkau sudah tidak ada. Abang marah, kesal dan sangat kuatir.

Sepanjang malam abang berjalan entah berapa gedung terlewati, hati abang sedih dan sangat kehilangan. Saat kehilangan abang yang belum mengerti apa apa ini melihat kelangit kepada rembulan, bintang bintang, abang jadi teringat ibu. Ketika kita masih lengkap, ketika kehangatan keluarga ditingkahi teriakan dan tawamu dan tawaku adikku, dan tanpa terasa abang menangis terisak isak, seperti abang belum mengerti mengapa dunia juga tidak mengerti kesedihan seorang bocah 4 tahun.

Waktu itu ayah pergi untuk selamanya, kita melihat dia dikuburkan tapi kita tidak terlalu bersedih karena ada ibu yang memeluk kita.

Kita masih belum bersedih ketika perlahan lahan hidup kita berubah semakin sulit dan kita masih bercanda ria ketika ibu meninggalkan kita diemper sebuah toko dengan janji akan kembali sebentar saja. Kita baru menangis ketika dia tidak pernah kembali. Dia telah meninggalkan kita. Dan kita tidak pernah mengerti bagaimana perasaannya ketika itu. Dan selama ini kita melanjutkan hidup kita berdua. Yang abang mengerti hanyalah hanya kamu adikku satu satunya yang masih abang miliki di dunia yang kejam ini.

Abang kini sangat kehilangan, dimana kini kamu adikku? Hanya kamu yang masih tersisa dalam hidup abang, mengapa kamu tidak menunggu abang?

Ditulis-ulang dan diterbitkan sepenuhnya via ponsel OPPO
Sumber: fans page Anissa Sufyan

Related Posts

Comments

Popular Minggu ini:

OPPO find X Harga dan spesifikasi

Tahun 2018 ditandai dengan persaingan sengit produsen ponsel. Jika selama ini ponsel high end itu identik dengan produkanya Apple dan Samsung maka kali ini, produsen dan manufaktur Cina mulai bermain di level high-end dan terlihat dengan tampilnya OPPO memamerkan produk flagship mereka di ajang pameran bulan lalu di Paris. Sambutan orang orang Eropa tidak buruk. Find X nampaknya sukses mendapatkan perhatian.

Jika dilihat dari harga yang di patok untuk Eropa yang di patok 999 euro atau setara dengan 16.2 Juta rupiah pada waktu itu (Untuk global lebih murah yakni pada kisaran harga 770 Euro atau setara dengan 12.907.702,5,-) , menandakan produsen dan manufaktur Cina yang satu ini telah keluar dari tradisi membuat dan menjual ponsel kelas menengah kebawah dengan harga murah, yang menjadi pertanyaan apakah Xiomi, Huawei, dan produsen negera tirai bambu terkemuka lainnya akan berlomba lomba membuat dan menjual ponsel high end? Kita tunggu.

Yang unik pada Oppo find X adalah fitur mekanis ka…

PARADOX, PELAJARAN BERHARGA DALAM HIDUP

Setiap kali kami datang ke tempat itu untuk makan, aku melihat prempuan tua itu mengemis dan pasti akan mendatangi meja makan kami, papaku sering berkata: "Penyakit sosial" tapi benarkah selalu begitu? Bagaimana jikalau mereka benar benar membutuhkan pertolongan setiap hari?
Dan hari ini seorang lelaki tua, pasti jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya karena di poles oleh penampilan profesinya sebagai pengemis datang menghampiri meja makan kami, tangannya kurus, bajunya kucel dan jauh dari penampakan sejahtera. Wajahnya memelas seolah mengumpulkan seluruh penderitaan sepanjang hidup yang dia lalui, aku menggamit lengan papaku ketika lelaki tua dan nampak renta itu mengucapkan salam dengan suara lirih:

"Assalamualaikum, nak" Katanya mendatangi papaku dari samping, telapak tangannya menghadap rendah kearah kami.

Papa menoleh kepadaku sambil sedikit mencibir tapi dia mengeluarkan dompetnya juga dan mengambil uang dua ribuan, semuanya kuperhatikan: Dari cara papa me…

CARA MENGHADAPI IBU YANG MARAH

Orang tua terutama ibu adalah wanita yang paling penting dalam hidup manusia, seorang ibu terikat oleh naluri cinta kasih yang membuatnya tidak berdaya selain berkorban demi anak anaknya. Bukan hanya manusia, semua makhluk hidup terutama apabila dia adalah seorang wanita suatu waktu kelak akan terikat oleh perasaan yang tidak bisa dilawan ini: Naluri menjadi seorang ibu.

Kita perhatikan induk ayam yang sibuk membuka sayapnya lebar lebar di tengah hujan deras demi melindungi anak anaknya. Kedua sayap yang di lebar kan menjadi payung sementara kepalanya sendiri tidak ter-lindung oleh terpaan hujan yang dingin.

Jadi sangat tidak pantas bahkan sangat besar dosanya bagi seseorang yang melawan seorang ibu yang telah melahirkan kita dari rahimnya, apalagi sampai menyakiti hatinya.

DENGARKAN, KURANGI MENJAWAB: TIDAK, BANYAKIN MENJAWAB: YA

Apapun alasannya, jauh di lubuk hati seorang ibu menginginkan anak anaknya menjadi orang berguna dan mampu menghadapi pahit getirnya kehidupan kelak apabila…